Skip to main content

3 Bulan Pacaran, Salim Nauderer Beber Sifat Asli Rachel Vennya, Eks Niko Al Hakim Hanya Bisa Pasrah


Salim Nauderer akhirnya bongkar sifat asli Rachel Vennya setelah 3 bulan pacaran, ibunda Xabiru dan Chava diam tak berkutik.

Hubungan Rachel Vennya dan Salim Nauderer semakin hari semakin dekat.

Meski sebelumnya sempat menutupi dari publik, kini mereka tak lagi malu-malu memamerkan kemesraannya.

Bahkan, Rachel pun mengakui jika pria keturunan Arab tersebut sebagai kekasihnya.

Sementara itu belum lama ini Rachel digandeng oleh salah satu brand lokal untuk mengikuti event di New York, Amerika Serikat.

Tak sendiri, Rachel rupanya juga mengajak sang kekasih untuk bekerja sekaligus jalan-jalan.


Selama di Negeri Paman Sam, Rachel Vennya menyempatkan diri untuk membuat konten bersama rekan artis lainnya.

Luna Maya dan Marianne Rumantir termasuk dua diantaranya.

Saat berbincang-bincang santai, sepasang kekasih itu berbicara secara blak-blakan terkait hubungannya.

Bahkan, Salim Nauderer membongkar sifat asli sang kekasih usai tiga bulan pacaran.

Ya, menurut pengakuan Salim, dia dan Rachel baru pacaran semenjak akhir Juni 2021 lalu.

"Dating-nya baru akhir Juni sih," ungkap Salim dikutip Tribun Style dari kanal Youtube TS Media, Minggu, 10 Oktober 2021.

"Baru 3 bulan (pacaran)" timpal Rachel Vennya.


Selama 3 bulan pacaran, Salim Nauderer akhirnya baru berani membongkar sifat asli Rachel Vennya.

Bahkan, sifat asli Rachel itu sempat membuat dirinya cukup kaget.

Pria keturunan Arab itu awalnya mengira Rachel merupakan sosok yang pemarah.

Namun, ketika sudah saling mengenal satu sama lain, dugaan Salim itu rupanya salah.

Salim justru menilai sifat asli Rachel berbeda jauh dengan dugannya pada kala itu.

"Kalau sifatnya, dulu itu sebenarnya aku sering dengar kalau Rachel itu sifatnya kayak galak, suka marah.

Tapi pas udah dekat, ternyata orangnya perhatian, jadi (aku) kaget," beber Salim.

Selain itu, Salim Nauderer juga mengatakan bahwa janda dua anak itu merupakan orang yang berantakan.

Terkait hal ini, Rachel sangat berbeda dengan Salim Nauderer.

Bahkan, mantan istri Niko Al Hakim itu hanya pasrah ketika Salim Nauderer menyebut dirinya merupakan sosok yang berantakan.

“Aku rapi banget, beda sama dia (Rachel Vennya)” ujar Salim.

“Iya rapi parah sih, kayak naruh sesuatu harus sama gitu.

Soalnya kalau aku emang berantakan sih dari dulu,” timpal Rachel Vennya.

Meski Rachel merupakan tipikal orang yang suka berantakan jika meletakkan sesuatu.

Namun Salim Nauderer tetap terpesona dengan sifat asli Rachel yang ternyata baik, berbeda dengan dugaannya pada kala itu.

Rachel Vennya Bereaksi saat Disebut Selebgram Anti Kritik

Sementara itu, kehidupan Rachel Vennya seakan tak pernah sepi dari gosip.

Ibunda dari Xabiru dan Chava itu akhir-akhir kerap menuai kritikan terkait kehidupannya.

Rachel awalnya mencoba untuk tidak peduli.

Namun sayang, beberapa kali akhirnya dia terpancing dengan kritik dari warganet tersebut.


Seiring berjalannya waktu, wanita 26 tahun itu kini dijuluki sebagai selebgram yang anti kritik.

Tak menampik Rachel Vennya rupanya membenarkan hal tersebut.

Terlebih ibunda Xabiru mengaku tidak suka dikritik terhadap 3 hal yang dianggapnya tak perlu dikritik orang lain.

Lantaran baginya, ketiga hal tersebut dinilainya sangat sensitif untuk dikritik.

Sikap anti kritik terhadap 3 hal tersebut Rachel Vennya ungkapkan di Instagram Story Instagramnya baru-baru ini.

"Emang buna orangnya anti kritik banget ya?" tanya seorang warganet kepada Rachel Vennya.

"Mungkin. Tergantung kritiknya apa dulu," jawab Rachel.


Rachel menjelaskan jika dirinya tidak ingin warganet yang mengritik soal hal-hal sensitif dalam kehidupannya.

Misalnya seperti dikritik soal masalah pasangan hidup, pakaian hingga dikritik masalah parenting style terhadap kedua anaknya.

"Kalau kritik masalah pasangan hidup, pakaian dan parenting style sih aku yakin semua orang punya pilihan dan alasannya sendiri-sendiri, apalagi itu sebenernya hal-hal sensitif," ujar Rachel Vennya.

Namun dia mempersilahkan jika warganet memberikan kritik di luar hal tersebut.

Misalnya dikritik terkait management endorse, kata-kata yang mungkin telah menyakitkan orang lain.

Atau sikap Rachel Vennya terhadap orang lain yang dinilai publik tidak baik.

Hal-hal itulah yang menurut Rachel lebih baik atau seharusnya dikritik orang lain atau publik.

"Kalau kalian kritik aku management endorsement, kata-kata aku yang mungkrin nyakitin orang lain, sikap aku ke orang lain yang nggak baik," ujar Rachel.

"Caption aku yang bahasa inggrisnya salah, product yang aku jual kualitasnya kurang bagus.

Aku pasti jadikan renungan dan aku jadikan bahan untuk perbaiki diri biar lebih baik lagi," tandas Rachel Vennya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar