Skip to main content

Jarang Terekspos, Inilah Sosok Suami dari Nabila Abdul Rahim Bayan, Ternyata Bukan Orang Sembarangan


Inilah sosok suami Nabila Abdul Rahim Bayan yang ternyata bukan orang sembarangan.

Nama Nabila Abdul Rahim Bayan belakangan dikenal sejak menjadi juri Hafiz Indonesia.

Belakangan sosoknya kian digandrungi lantaran sikapnya yang tegas dalam membimbing para peserta Hafiz Indonesia.

Hal ini terbilang wajar, pasalnya wanita kelahiran Mekkah, 15 April 1992 ini sedari kecil sudah dididik orangtuanya untuk belajar Alquran.

Bahkan Nabila sudah berhasil menghafal Alquran 30 Juz di usia yang masih sangat muda yakni 17 tahun.

Titik pencapain terbesarnya saat menebar ilmu Alquran yakni, Nabila pernah menjadi seorang guru ngaji putri Imam Masjid Haram.

Kini, Hafiz Indonesia 2021 kembali digelar sejak 12 April 2021.

Acara yang ditayangkan setiap hari pukul 12.30 selama bulan Ramadhan ini kembali menghadirkan Nabila sebagai salah satu dewan jurinya.

Tentu saja, sosok muslimah yang satu ini tak pernah berhenti memberikan inspirasi kepada para penghafal Alquran.

Ia sangat tekun dan teliti dalam mengoreksi dan membimbing para anak-anak penghafal Alquran agar terus menjadi hafiz dan hafizah yang baik.

Lantas, bagaimana dengan kehidupan pribadi seorang Nabila Abdul Rahim Bayan?

Siapa sangka jika perempuan berusia 29 tahun ini telah menikah dan memiliki seorang anak.

Jarang disorot, ternyata sosok suami dari Nabila juga bukan orang sembarangan, siapakah dia?

Berikut ulasan selengkapnya yang telah dirangkum Sripoku.com


Sosok Suami Nabila Abdul Rahim Bayan 

Sosok Suami Nabila Abdul Rahim Bayan bernama Ustaz Ahamad Slamet Ibnu Syam.

Nabilasudah menikah dengan Ustaz Slamet Ibnu Syam, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Qur’an Ketapang, Tangerang kala itu.

Kini, suaminya merupakan Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Syam.

Selain itu, sosok Ustaz Slamet Ibnu Syam juga menjadi narasumber di beberapa TV Nasional.

Hal ini seperti tertera dalam biografi laman Instagram @ibnusyamnew.

Tak hanya itu saja, Nabila dan suaminya aktif berdakwah bersama-sama melalui sejumlah webinar yang juga bertema Alauran.


Diketahui jika Nabila merupakan kelahiran Mekkah.

Orangtuanya menetap di Mekkah, sementara ia harus ikut suami ke Indonesia.

Sehingga Nabila harus memendam rasa kerinduannya terhadap kedua orangtuanya di Mekkah.

Hal ini juga diungkapkan oleh Nabila melalui laman Instagram-nya pada Januari lalu.

Ia mengunggah potret tengah bergandengan dengan suaminya.

Ia mengutarakan perasaannya kala harus berpisah dan jauh dengan orangtua.


"mau balik lagi ke makkah “

Ini adalah jawabanku 5 tahun yang lalu, bila suamiku bertanya “betah nggak di indonesia ? “

Pindah dan tinggal di tempat baru bukan hal yang mudah, apa lagi pindah negara. Jauh dari orang tua karena tidak pernah jauh dan berpisah. Bahasa yang berbeda, budaya dan lingkungan itu semua perlu diadaptasi. Bagiku itu semua adalah badai yang harus ku lalui.

Alhamdulillah berasa ringan melalui badai tersebut bersamamu suamiku. Sabar dalam menghadap sikapku yang terkadang membingungkan. Bersyukur alhamdulillah Allah hadirkan pasangan yang pengertian.

Trima kasih my love @ibnusyamnew

Kini Nabila Abdul Rahim Bayan telah pulang dan menetap di Indonesia.

Ia melihat begitu besar antusiasme anak-anak untuk menghafal Alquran.

Ia berharap, Indonesia menjadi negara yang penghuninya dekat dengan Alquran.

Salah satu cara dakwah mengenai Alquran yakni dengan menjadi juri Hafiz Indonesia 2021.

Profil Lengkap Nabila Abdul Rahim Bayan

Simak beberapa fakta Nabila Abdul Rahim Bayan, juri Hafiz Indonesia 2021 di RCTI.

1. Latar belakang

Nabila Abdul Rahim Bayan memang lekat dengan ayat-ayat suci Alquran.

Melansir dari berbagai sumber, sejak kecil, Nabila Abdul Rahim Bayan sudah dibiasakan untuk dekat dengan Alquran oleh orangtuanya.

Bukan hanya sekedar membaca, Nabila sudah dibiasakan menghafal Alquran oleh ayah dan ibunya.

2. Menjadi guru mengaji

Tumbuh menjadi seorang yang dewasa, Nabila Abdul Rahim Bayan memenuhi kriteria sebagai wanita muslimah yang anggun dan baik.

Bagi Nabila Abdul Rahim Bayan, belajar dan mengajarkan Alquran adalah sebuah cara untuk menikmati kedekatannya dengan ayat suci Alquran.

Hingga pada akhirnya, Nabila Abdul Rahim Bayan menjadi guru mengaji untuk seorang anak perempuan dari Imam Masjid Haram.

Bukan hal yang mudah bagi Nabila untuk mencapai titik menjadi seorang guru mengaji putri Imam Masjid Haram.

Muslimah kelahiran Mekkah, 15 April 1992, ini mengakui adanya kesulitan menghafal Alquran.

Kendati demikian, kedua orangtua Nabila Abdul Rahim Bayan menanamkan bibit kesabaran dan kedisiplinan mengajarinya untuk menghafal Alquran.

3. Pendidikan

Proses yang cukup panjang untuk menghafal Alquran pun dilalui Nabila Abdul Rahim Bayan.

Nabila Abdul Rahim Bayan berusaha keras mengikuti metode yang mempermudah untuk menghafal Alquran di Arab Saudi.

Muslimah lulusan Umm Al-Qura University jurusan Syariah ini akhirnya berhasil menghafal Alquran sebanyak 30 juz di usia 17 tahun.

Usai menyelesaikan pendidikan S1 di Umm Al-Quran University, Nabila Abdul Rahim Bayan mulai berdakwah dengan mengajar Alquran di sebuah lembaga tahfiz Quran.

Kini sosoknya mulai dikenal lewat program acara Hafiz Indonesia 2020 di RCTI.

4. Mengajar mengaji putri Imam Masjid Haram

Seperti sudah disebutkan, Nabila Abdul Rahim Bayan sudah hafal Alquran semenjak usia 17 tahun.

Sejak usia 4 tahun, dia memang sudah dibimbing oleh orangtuanya untuk menghafal Alquran.

Sehingga pada umur 17 tahun, ia sudah hafal Alquran 30 juz secara lengkap dan tartil.

Nabilah Abdul Rahim Bayan lahir di Mekkah pada tanggal 15 April 1992.

Sekarang ini, Nabila Abdul Rahim Bayan sedang mengamalkan ilmunya terkait bagaimana cara menghafal Al-Quran dengan mudah dan semangat.

Siapa sangka Nabila Abdul Rahim Bayan juga seorang guru mengaji putri imam Masjid Haram.

Uniknya, Nabila Abdul Rahim Bayan ternyata menjadi satu-satunya pengajar atau pembimbing program intensif untuk menghafal Alquran asal Indonesia di Arab Saudi.

Awalnya, Nabila Abdul Rahim Bayan tak tahu jika salah satu peserta didiknya adalah seorang putri Imam Masjid Haram.

Kelucuan Nabila Jadi Juri Hafiz Indonesia

Nabila Abdul Rahim Bayan kini baru berusia 29 tahun, namun kecintaannya terhadap Alquran sudah ditanamkan oleh orangtuanya sejak kecil.

Perempuan kelahiran Mekkah ini pun berhasil menjadi penghafal Alquran di usia yang masih sangat muda yakni 17 tahun.

Kini ia tinggal di Indonesia bersama suaminya yang bernama Ustaz Slamet Ibnu Syam.

Sementara kedua orangtuanya tinggal di Mekkah.

Sehingga Nabila harus menahan kerinduan mendalam terhadap orangtua yang dicintainya itu.

Muslimah lulusan Umm Al-Qura University jurusan Syariah ini akhirnya berhasil menghafal Alquran sebanyak 30 juz di usia 17 tahun.

Usai menyelesaikan pendidikan S1 di Umm Al-Quran University, Nabila Abdul Rahim Bayan mulai berdakwah dengan mengajar Alquran di sebuah lembaga tahfiz Quran.

Kini Nabila kembali menjadi juri Hafiz Indonesia 2021, setelah namanya dikenal sejak Hafiz Indonesia digelar beberapa tahun belakangan.

Dikenal sebagai sosok yang tegas dalam membimbing peserta Hafiz Indonesia, ternyata Nabila tak dapat menahan rasa groginya saat hendak berkomentar.

Hal ini terlihat dalam tayangan Hafiz Indonesia pada hari kedua penayangan yakni 13 April 2021.

Kala itu Nabila hendak memberikan komentar terkait salah satu peserta Hafiz Indonesia yang ternyata ayahnya adalah seorang polisi.

"Mohon izin ya kak, baik Bismillahirrohmaanirrohiim," ujar Nabila mengawali perkataannya.

saat itu terlihat Nabila tidak fokus dan mencari-cari pulpennya untuk menulis.

Irfan Hakim sebagai pembawa acara pun menyadari kecanggungan yang Nabila alami.

"Kenapa kak?," tanya Irfan Hakim.

"Hee grogi," akui Nabila sambil diiringi tawa oleh pengisi acara lainnya.


Diketahui jika ayah Fahri merupakan seorang anggota polisi yang juga merupakan hafiz Qur'am.

Bacaan dan lantunan ayat suci Alquran yang dibacakannya sangat merdu dan fasih.

"Saya salut sekali Maysa Allah luar biasa bacaan bapak bagus ya suaranya, indah," sanjung Nabila.

Sementara itu, Syekh Ahmad Al-Misry juga merasa kagum terhadap sosok Usman Lamna tersebut.

"Ini sosok seorang ayah yang sedang bertugas melayani masyarakat, tapi beliau tidak lupa kepada keluarga tercintanya," puji Syekh Ahmad Al-Misry.

"Banyak orangtua yang selalu memikirkan isi perut anaknya, tapi tidak pernah memikirkan isi keimanan anaknya," tambahnya.


(*)

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar