Skip to main content

Nikita Mirzani Syok Harta Kekayaan Anies Baswedan Naik 2 Kali Lipat, Ernest Prakasa: Iri Bilang Bos


Nikita Mirzani dan Ernest Prakasa kompak bereaksi soal harta kekayaan Anies Baswedan yang naik dua kali lipat selama tiga tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Baru-baru ini sedang heboh soal kekayaan Anies Baswedan yang meningkat dua kali lipat setelah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama tiga tahun.

Kekayaan tersebut tertuang dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan Anies ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anies dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017.

Di tahun 2017, Anies melaporkan total harta kekayaannya mencapai Rp 5.619.545.840.

Pada tahun 2020, setelah menjabat selama tiga tahun, kekayaan Anies berada di angka Rp 10,91 miliar.


Kabar kekayaan Anies Baswedan yang meningkat dua kali lipat ini banyak membuat publik syok dan tak percaya.

Nikita Mirzani dan Ernest Prakasa menjadi dua di antaranya.

Melalui sebuah unggahan di Instagram Storynya, Nikita Mirzani mulanya mengetahui informasi tersebut saat membaca sejumlah berita.

Janda tiga anak itu pun heran, mengapa bisa harta mantan Menteri Pendidikan itu meningkat selama menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta tersebut.

Waktu yang dibutuhkan Anies pun cukup singkat, yakni salam 3 tahun harta kekayaannya sudah meningkat 2 kali lipat.

"Baru baca berita, katanya total kekayaan Anies meningkat semasa menjabat menjadi Gubernur DKI JKT. Lah Kok iso? (Kok bisa)" tulis Niki Mirzani dengan heran, dikutip Tribun Style, Jumat, 10 September 2021.


Tak hanya Nikita Mirzani, komika Ernest Prakasa pun turut menyoroti kabar yang sedang hangat ini.

Lewat akun Twitter pribadinya, Ernest menuliskan tanggapan singkatnya.

"Ngiri bilang bos," kata Ernest Prakasa sembari menyematkan sebuah artikel yang berisikan berita soal kekayaan Anies Baswedan tersebut.

Cuitan Ernest ini pun sempat membuat heboh warganet Twitter.

Mereka berbondong-bondong memberikan komentar atas cuitan Ernest tersebut.

Seperti diketahui, pada LHKPN tahun 2020, Anies melaporkan diri memiliki kekayaan sebanyak Rp 10.915.550.262.

Perincian kekayaan Anies di tahun 2020 masih didominasi oleh tanah dan bangunan senilai Rp 13,34 miliar dan alat transportasi Rp 648 juta.

Untuk harta bergerak Rp 1,06 miliar, surat berharga Rp 56 juta, kas dan setara kas Rp 2,01 miliar, serta harta lainnya Rp 631 juta.

Total keseluruhan mencapai Rp 17,76 miliar.

Adapun Anies memiliki utang Rp 6,84 miliar di tahun 2020 sehingga harta kekayaan bersihnya mencapai Rp 10.916.550.262.

Ernest Prakasa Apresiasi KPI

Selain menanggapi kabar kekayaan Anies Baswedan, Ernest Prakasa juga aktif menyoroti kebebasan Saipul Jamil.

Buntut dari penolakan khalayak ramai soal munculnya Saipul Jamil di TV usai bebas dari penjara tampaknya membuahkan hasil.

Pasalnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kini telah melarang seluruh stasiun televisi untuk tak mengundang penyanyi dangdut tersebut di acara hiburan televisi.

Keputusan KPI itu rupanya menuai respon positif dari warganet termasuk para public figur.

Salah satunya adalah Ernest Prakasa, komika sekaligus sutradara ini sangat mengapresiasi kinerja KPI yang menurutnya hal ini begitu memuaskan.

Apresiasi dari Ernest Prakasa ini dia ungkapkan melalui sebuah unggahan di Instagram miliknya.

“Hari ini saya mendapatkan kabar baik bahwa KPI sudah merespon tegas dan melarang.

Jadi mulai sekarang yang bersangkutan (Saipul Jamil) seharusnya tidak lagi mengisi program acara TV di program-program hiburan sebagaimana terjadi sebelumnya,” tutur Ernest Prakasa dikutip Tribun Style, Selasa, 7 September 2021.

Dia pun berharap mantan mantan napi pelecehan seksual di bawah umur ini tak lagi muncul di televisi.

Kecuali muncul di program berita yang membahas terkait status hukum dari Saipul Jamil.

“Saya apresiasi langkah KPI untuk menangani fenomena ini.

Jadi kita enggak usah lihat dia lagi klarifikasi terkait yang bersangkutan (Saipul Jamil).

Kecuali untuk program berita terkait status hukumnya,” kata dia.


Tak adil rasanya jika KPI terus-terusan dikritik tetapi saat lembaga ini melakukan hal yang baik tapi tidak diapresiasi oleh publik.

Maka dari itu, menurut Ernest Prakasa, apresiasi ini patut diberikan kepada KPI, karena memang Komisi Penyiaran Indonesia telah melakukan hal yang baik.

“Kemarin kita asik-asikan meledek KPI, dan menurut gue ya fair-fair saja.

Gue mengkritik hal yang negatif terhadap KPI tetapi juga harus mengapresiasi KPI atas tindakan tegas-nya ini,” kata dia.

Di samping mengapresiasi tindakan tegas dari KPI, Ernest Prakasa pun sangat berharap terhadap kinerja KPI ke depannya agar bisa lebih cepat dalam bertindak untuk menindaklanjuti kasus-kasus serupa.

Jadi, KPI tak lagi menunggu kasus yang viral atau kasus-kasus yang diributkan oleh masyarakat atau publik.

“Saya apresiasi, tetapi semoga lain kali KPI lebih gerakan cepat (gercep) enggak lagi tunggu viral, enggak lagi tunggu ribut dulu baru diproses,” harap Ernest Prakasa kepada KPI.

Mengakhiri unggahannya, Ernest Prakasa pun menegaskan bahwasanya apresiasinya ini dia sampaikan dengan tulus. dan tak mengharapkan imbalan apa-apa.

"Apresiasi ini tulus, bukan mengincar jabatan Komisaris," ujar Ernest Prakasa dalam kolom keterangan unggahannya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar