Skip to main content

Senasib Ayu Ting Ting, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Juga Kena Petisi Termasuk Isu Perselingkuhan


Pedangdut Ayu Ting Ting memang sedang dlam sorotan. Setelah insiden Abdul Rozak dan Umi Kalsum mendatangi rumah haters, kini muncul petisi memboikotnya dari televisi.

Petisi Blacklist Ayu Ting Ting ini diketahui dibuat oleh Putri Maharani melalui situs change.org beberapa waktu yang lalu.

"Pada acara Pas Sore, terlihat waktu acara tersebut live di Trans 7 terlihat Ayu Ting Ting menendang salah satu talent Pas Sore," begitu cuplikan pengantar dari petisi yang dibuat di change.org tersebut.

Ternyata Petisi Blacklist Ayu Ting Ting yang beredar luas ini bukan karena akibat dari aksi yang dilakukan oleh Ayah Rojak dan Umi Kalsum, tetapi karena kelakuan Ayu Ting Ting sendiri.

Hingga diterbitkannya tulisan ini, Petisi Blacklist Ayu Ting Ting tersebut sudah ditandatangani sebanyak 60 ribuan orang. Jumlah ini melebihi target tanda tangan sebelumnya, yakni 50 ribu tanda tangan saja.

Perubahan target tanda tangan Petisi Blacklist Ayu Ting Ting dari 50 ribu ke 75 ribu tanda tangan ini jika benar-benar terwujud, maka petisi ini bakal menjadi sebuah petisi yang mendapatkan respons terbanyak di situs change.org.

Sebenarnya, bukan hanya Ayu Ting Ting, artis lain juga sempat kena petisi pemboikotan, termasuk Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Yang menarik, petisi yang menimpa Raffi Ahmad malah juga terkait Ayu Ting Ting.

Pada 2017 lalu, kabar dugaan hubungan terlarang Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting, semakin menyita perhatian masyarakat.

Sejumlah netizen membuat sebuah petisi untuk memboikot aktifitas keduanya di dunia hiburan.

Petisi yang berjudul "Boikot Acara yang Ada Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting" tersebut mencapai angka ribuan pendukung.

Pembuat petisi tersebut, Delia Bunga, mengatakan, petisi yang dibuatnya itu sebagai upaya sejumlah netizen agar Raffi dan Ayu Ting Ting mengklarifikasi kabar hubungan terlarang yang dijalani kedunya.

"Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting adalah dua publik figur sering kali satu kerjaan atau sering syuting di lokasi yang sama. Mereka saat ini digosipkan mempunyai Hubungan Spesial Yang Terlarang !!! Status Raffi Ahmad yang bukan lagi laki laki bujang tidak sepantasnya lagi dia bermain gila dengan perempuan lain kecuali istrinya. Sering kali tertangkap kamera, Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting ini waktu on cam dan waktu off cam melakukan hal-hal yang yang tidak sepantasnya. Contohnya: peluk, colek colek, sampai meraba-raba tubuh perempuan yang bukan saudara atau istrinya dan di Agama kita Islam Melarang Keras Hal Yang Tidak Senonoh Itu," tulis keterangan dalam petisi tersebut.

Sejumlah netizen juga meminta agar Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting bersumpah bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada mereka berdua tidak benar.

"Kita menuntut kepada Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting untuk mengklarifikasi dan berkata sejujur jujurnya dan bersumpah di depan Al Quran dan keluarga mereka soal berita mereka selama ini kalau memang diantara mereka tidak ada hubungan apa " kecuali teman kerja!"

Tak hanya meminta klarifikasi mengenai hubungannya dengan suami Nagita Slavina, sejumlah netizen juga berharap agar kedua publik figur itu menjaga etika kesopanan dan tidak terlalu vulgar dalam membawakan sebuah acara yang ditayangkan di televisi.

Dugaan hubungan terlarang Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting belakangan marak jadi bahan pemberitaan. Meski begitu, baik Raffi dan Ayu sendiri tetap mengatakan bahwa hubungan yang dilakukannya hanya sebatas teman dan rekan kerja.

Terkait petisi ini, Raffi dan Ayu sendiri belum bisa dimintai komentarnya.

Sementara, pada tahun ini, Nagita Slavina juga kena petisi. Namun hal ini bukan terkait kelakuannya.

Nagita Slavina tengah menjadi sorotan lantaran terpilih menjadi Ikon Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Sontak hal tersebut menuai beragam pro dan kontra, lantaran pemilihan Nagita Slavina sebagai ikon PON XX itu dinilai akan menimbulkan apropriasi budaya.

Reaksi kekecewaan itu bahkan dibuat petisi. Tercatat sebanyak ribuan orang telah mendatangani petisi tersebut.

Adapun petisi tersebut bertujuan untuk memohon dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, agar bisa memperjuangkan identitas dan eksistensi Budaya dan Manusia Papua.

“Kami berterima kasih dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah dan masyarakat Papua untuk tetap menggelar kegiatan PON XX yang akan diselenggarakan di Papua pada tahun ini, meski pun dihadapkan pada banyak tantangan dan situasi yang kurang baik,” narasi dari petisi tersebut.

Tak hanya itu, dalam unggahan petisi itu juga disampaikan rasa terima kasih kepada Nagita Slavina, yang telah menyediakan diri untuk membantu promosi dan sosialisasi kegiatan PON XX Papua.

“Namun demikian, kami rasa perlu untuk tetap menyuarakan aspirasi kami terkait penunjukkan saudari kami Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua.”.

Dalam petisi tersebut diungkapkan bahwa pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional merupakan kegiatan yang sangat ideal sebagai agenda pemersatu bangsa dan menunjukkan keberagaman budaya Indonesia.

“Sehingga kami merasa sebaiknya duta atau ikon PON Papua juga harus berasal dari Papua. Penunjukkan saudari kami Nagita Slavina kami rasa sangat jauh dan tidak merepresentasikan eksistensi perempuan Papua sama sekali. Dan hal ini pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation,” demikian dari laman resmi change.org.

Dengan menempatkan Perempuan Papua sebagai duta maupun ikon pelaksanaan event Nasional di Tanah Papua, dalam unggahan tersebut diharapkan dapat menjadi gestur yang baik terhadap semua sebagai anak bangsa.

“Yang bisa melihat kecantikan dan kemandirian perempuan Papua untuk berdiri dan menjadi juru bicara bagi Tanah Papua sendiri.”

Dalam unggahan petisi itu juga disebutkan bahwa masyarakat memahami, atas kehadiran Nagita Slavina pada pelaksanaan PON Papua ini ditujukan untuk mendorong sosialisasi PON Papua agar bisa sampai ke seluruh pelosok tanah air.

“Dan kami sangat menghormati dan tidak meragukan kapabilitas saudari kami Nagita Slavina,” katanya.

Kendati demikian, masyarakat menilai bahwa sebaiknya identitas dan kehadiran Perempuan Papua tetap menjadi prioritas, sehingga perempuan Papua bisa menunjukkan eksistensi dan menjadi representasi budaya bangsa Indonesia yang beragam.

“Kami yakin ada banyak sekali tokoh perempuan Papua yang mempunyai kapabilitas untuk berdiri sebagai Duta atau pun Ikon PON XX Papua.”

Melalui petisi tersebut, seluruh rakyat Indonesia diminta untuk mendorong panitia pelaksana mempertimbangkan kembali posisi duta atau pun ikon PON XX Papua untuk bisa ditempati oleh Perempuan Papua bersama-sama dengan Kakak Boaz Solossa.

“Rakyat Indonesia, bantu kami membuktikan bahwa bangsa kita menghargai keberagaman,” tulisnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar