Skip to main content

Angka Petisi Capai 120 Ribu, Ayah Rozak tak Bergeming, Wendy Cagur Ikut Bongkar Tabiat Ayu Ting Ting


 Angka petisi blacklist Ayu Ting Ting makin hari makin tinggi saja.

Pantauan Sripoku.com pada Sabtu (14/8/2021), sudah ada 120.412 orang yang menandatangani petisi tersebut.

Hal ini sontak membuat nama Ayu Ting Ting makin jadi sorotan.

Apalagi dengan kasus yang baru-baru ini terjadi soal Ayah Rozak dan Umi Kalsum yang mendatangi rumah haters Ayu Ting Ting.

Nama Ayu Ting Ting bak makin tercoreng dan mengundang banyak orang untuk menandatangani petisi tersebut.

Diketahui, sebua akun haters @gundik_empang bernama Kartika Damayanti ini melakukan penghinaan kepada Ayu Ting Ting.

Bahkan tak hanya Ayu Ting Ting, putrinya, Bilqis Khumairah Razak juga menjadi sasaran pelaku.

Saking geramnya, Ayah Rozak dan Umi Kalsum sampai menggerebek rumah pelaku di Bojonegoro.

Baru-baru ini Wendy Cagur juga ikut angkart bicara membongkar sisi lain Ayu Ting Ting.

Ayu Ting Ting dicap artis yang tak punya sopan santun, Wendy Cagur selaku rekan artis yang sering syuting bareng Ayu pun ungkap perilaku sang pedangdut.

Sebelum membongkar secara blak-blakan soal kelakuan Ayu Ting Ting, Wendy Cagur meminta maaf terlebih dulu.

"Gue ngelihatnya sih Ayu emang udah.. yaa sorry to say, dia emang bocah Depok," ujar Wendy Cagur di Youtube Intens Investigasi, Jumat (13/8/2021).

Diakui Wendy Cagur, dirinya terkadang sempat terganggu dengan gaya bicara Ayu Ting Ting yang suka asal nyablak.

Tak hanya soal gaya bicara, Wendy Cagur pun menyindir soal ketawa Ayu Ting Ting yang sering tak terkontrol.

"Bocah Depok, betawi banget, asal nyablak. Kalau ketawa juga kadang-kadang suka komen. Lah ketawanya apaan sih rame benget, berisik tahu," ujar Wendy Cagur.

"Namanya juga bocah Depok, orang betawi, ya nyablak, mau ketawa mau ngomong," tambahnya.

Meski begitu, Wendy Cagur menyebut Ayu Ting Ting adalah sosok yang ingin belajar hal baru, termasuk soal komedian dan jadi pelawak.

"Gue sama Andre manilai Ayu tuh mau ngebuka diri buat belajar," ungkap Wendy Cagur.

"Dari beberapa orang yang lumayan kritis, justru mereka memberikan komentar positif ke Ayu. Mereka gak nyangka, Ayu bisa mengimbangi, Ayu ternyata bisa ngelawak," tambahnya.

Tak hanya itu, Wendy Cagur juga menyebut Ayu Ting Ting masih ada harapan eksis di dunia hiburan.

"Secara pribadi, gue sih melihat prospeknya dia luar biasa," imbuh Wendy Cagur.

Sikap Ayah Rozak Aneh

Kabar soal petisi 'Blacklist Ayu Ting Ting dari Dunia Pertelevisian' ini ternyata sudah didengar ayah Rozak.

Namun, kakek Bilqis itu bersikap tak seperti biasanya.

Dilansir dari tayangan Hot Issue Indosiar, saat kedatangan wartawan, ayah Rozak langsung menutup pintu rumahnya.

Ia tak izinkan pewarta masuk rumahnya.

Ayah Rozak yang biasanya bela mati-matian Ayu di depan wartawan hingga mengucapkan kalimat tegas kini mendadak bungkam dan jadi aneh tak seperti biasanya.

"Ayah, minta komen dikit yah," tanya wartawan.

"Ayah, gimana tanggapannya?" cecar wartawan lainnya.

"Muncul petisi boikot Ayu Ting Ting, Abdul Rozak mendadak diam," tulis caption Hot Issue, Indosiar, Senin (9/8/2021).

Di sisi lain, ayah Rozak dan Umi Kalsum kini mendapat pembelaan dari pengacara Farhat Abbas.

Farhat Abbas ikut berkomentar atas aksi orang tua Ayu mendatangi rumah haters di Bojonegoro.

Menurut Farhat, didatanginya haters oleh orang tua Ayu merupakan langkah tegas sanksi sosial.

"Bapaknya ayu datang kesana merupakan, sanksi sosial," ungkap Farhat Abbas.

Disebutkan Farhat bahwa selain hukuman negara ada juga hukuman sosial.

"Disamping hukum negara yang berlaku, ada juga hukuman sosial, ini kan nggak enak dimarahi didatangi, "jawab Farhat.

"Berarti jati diri manusia ketika didatangi, orang haknya terganggu itu maksud saya hukuman yang lebih parah daripada hukuman di pengadilan," ungkapnya.

Sebagai bintang terkenal Ayu tidak usah memikirkan haters.

"Haters itu kan pembenci yang paling mencintaimu," ungkap Farhat Abbas.

Farhat juga merespon saat ditanya soal orang tua Ayu mendatangi rumah kediaman haters saat PPKM.

PPKM membolehkan keluar kota jika surat PCR dan tidak melakukan aksi kerumunan dan ada keterangan kerja.

Kemudian Farhat menjelaskan mengenai Undang-Undang ITE.

Kapolri membuat aturan khususnya pencemaran nama baik mengupayakan mediasi.

Selama masyarakat mengetahui arti mediasi tidak ada yang melakukan main hakim sendiri.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar