Skip to main content

Sudah Pindah Rumah, Ruben Onsu dan Sarwendah Kembali Terima Teror, Pelaku Disebut Punya Motif Lain


Sudah pindah rumah, Ruben Onsu dan Sarwendah justru kembali merasakan hal tak wajar.

Pasalnya, Ruben Onsu masih dikirimi teror mistis di rumah mewahnya yang baru.

Suami Sarwendah tersebut pun gerah dan menanyakan tujuan si pemberi teror.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Ruben Onsu dan Sarwendah kerap dikirimi teror mistis.

Kejadian mistis ini sudah dirasakan oleh Ruben Onsu dan Sarwendah sejak keduanya masih tinggal di rumahnya yang lama.

Satu dari banyaknya kejadian aneh adalah darah merah kental yang mengalir dari pahanya ketika mandi.

Padahal saat itu, Ruben Onsu tak memiliki satu pun luka.

Singkat cerita keduanya pun pindah ke rumah yang lebih megah dan mewah.

Berharap tak diikuti lagi, rupanya Ruben Onsu masih saja menerima kejanggalan.


Kali ini Sarwendah justru sering dapat teror.

Salah satunya adalah bunyi-bunyian dari atap rumah yang terdengar cukup kencang dan tentunya sangat mengganggu.

"Jadi di atas atap itu, tiap tengah malam dari jam 2 sampai setengah 5 itu kayak ada yang jalan di atas."

"Awal-awal aku mikirnya tikus, tapi aku udah panggil sampai 5 tukang dan enggak ada apa-apa."

"(Bunyinya) kayak ada bom," kata Sarwendah, dikutip dari tayangan di channel YouTube The Onsu Family, Selasa (6/7/2021).

"Terus kayak ada orang naik tangga, sudah buka pintu, ada suaranya cekrek, tapi enggak bisa masuk," lanjut Sarwendah.

Om Hao selaku praktisi retrokognisi akhirnya membongkar motif tersembunyi pelaku tak kasat mata tersebut.

Ia melihat bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk santet yang dikirim ke Ruben Onsu dan Sarwendah, namun gagal.

"Itu disebutnya kayak santet, tapi gagal, kalau meledak kayak petasan gitu."

"Kalau ada suara meledak, suara kayak langkah, terus kayak ngelemparin kerikil atau pasir, itu biasanya ada sesuatu yang dikirim ke rumah."

"Tapi dia gagal, jadi meledaknya di atap," imbuh Om Hao yang banyak dikenal lewat tayangan Kisah Tanah Jawa ini.

Om Hao menjelaskan bahwa kejadian serupa dapat dilakukan 1 orang atau lebih, tergantung sukses atau tidaknya.

Dikatakan bahwa seorang paranormal dapat mengirimkan santet beberapa kali jika tak kunjung sampai ke sasaran.

Hal ini dapat dikatakan sebagai bentuk garansi.

"Misalnya ada orang nih datang ke paranormal, pasti kan bayar mahal."

"Si paranormal ini pasti ngasih garansi harus berhasil, ketika enggak berhasil ya terus mereka kirim."

"Santet itu ada paket-paketannya, jadi enggak ngirim sekali gitu."

"Misal, maaf nih, ada yang dibikin meninggal, dibikin sakit, rumah tangganya enggak utuh, panas, sakit-sakitan, itu ada, dan beda-beda," lanjutnya.

Mendengar hal tersebut, Ruben Onsu terlihat heran dan kebingungan.

Ia lantas bertanya tujuan sang pengirim melakukan hal demikian kepada keluarganya.

"Jadi tujuan dari orang itu apa sih untuk kami?," tanya Ruben Onsu.

Om Hao pun mengatakan bahwa ada orang yang merasa dengki dengan Ruben Onsu.

Ia berusaha untuk melukainya dengan menggunakan makhluk gaib.

Hal tersebut dikatakannya agar pembalasan dirasa lebih halus tanpa pertengkaran secara langsung.

"Kalau saya lihat ada orang yang merekomendasikan pakai cara tak kasat mata daripada pakai cara kasar."

"Misalnya lewat elektronik atau pertengkaran," tandasnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar