Skip to main content

Setelah Ayahnya, Kini Krisdayanti Kehilangan Sosok Ini, Meninggal Saat Lagi Isolasi Mandiri Covid-19


Setelah beberapa minggu lalu kehilangan ayah tercinta, kini Krisdayanti kembali membagikan kabar duka.

Salah satu Asisten Rumah Tangga (ART) Krisdayanti meninggal dunia saat sedang isolasi mandiri.

Lantaran hal tersebut, Krisdayanti pun mengungkap penyesalannya.

Diketahui memang pandemi di Indonesia ini belum berakhir.

Bahkan kini kasus covid-19 ini bisa dikatakan justru meningkat.

Alhasil tak sedikit rumah sakit yang lantas penuh lantaran pasien terus berdatangan.

Hal ini pun mau tak mau membuat sebagian pasien yang terpapar covid-19 terpaksa harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Itulah yang terjadi pada salah satu ART Krisdayanti.

Sayangnya, saat melakukan isolasi mandiri itu, ART tersebut tak bisa bertahan hingga meninggal dunia.


"Beberapa staf rumah tangga saya juga saya ungsikan untuk isolasi mandiri.

Tiga alhamdulillah sudah dalam pemulihan, dan satu posisinya meninggal," ujar KD ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (23/7/2021).

Melihat banyaknya orang yang melakukan isolasi mandiri, Krisdayanti menilai keterbukaan pasien covid-19 sangat penting.

Menurutnya dengan keterbukaan, maka pasien Covid-19 akan lebih mudah menjalani isoman.

Sebab perhatian dari lingkungan sekitar dapat tersalurkan dengan komunikasi yang baik.

"Artinya memang harus ada keterbukaan juga sih ya dari pasien isoman ini untuk bisa menyampaikan kondisi mereka ke warga sekitar atau Ketua RT.

Itu misalkan lingkup yang terkecil aja," kata dia.

"Supaya ada gerakan modal sosial gotong royong untuk bisa memberikan pengamanan lingkungan sekitar, artinya kalau mau supply makanan ya bisa digantung di pagar rumahnya," imbuh ibunda Aurel.

Sebab telemedicine yang tengah digaungkan pemerintah untuk mempermudah perawatan bagi pasien isoman belum tentu bisa diakses semua orang.

"Bagaimana misalnya kalau pasien isoman yang memang tidak memiliki gadget atau tidak bisa mengakses aplikasi tersebut?

Nah karena itulah (perlunya) keterbukaan dari pasien isoman ini supaya bisa melakukan komunikasi terbuka kepada para pemimpin di lingkungannya.

Supaya ada perhatian, baik itu supply makanan maupun vitamin," kata KD.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap kejadian dan angka kematian pasien isoman tak bertambah lagi ke depannya.

KD juga meminta semua pihak belajar dari pengalaman ini.

Apalagi asisten rumah tangganya juga harus kehilangan nyawa karena kurangnya keterbukaan dengan lingkungan sekitar.

Maka dari itu, Krisdayanti mengaku menyesal dengan tingkah warga yang melarang ART nya keluar rumah untuk sekedar beli makanan.

"Memang kemarin itu dari staf rumah tangga saya sendiri terpaksa harus kehilangan nyawa karena dia tidak diberikan izin warga keluar untuk membeli makanan," cerita KD.

"Karena mungkin dari pasien isoman sendiri tak terbuka atau seharusnya memang ada stiker atau announcement bahwa memang yang tinggal dirumah ini perlu mendapat perhatian karena sedang isoman.

Jadi bisa melakukan hal preventif lah untuk mendapatkan perhatian agar pasien isoman ini bisa tetap terpantau," pungkasnya.


Sementara itu sebelumnya, duka mendalam juga dirasakan Krisdayanti dan Yuni Shara karena kehilangan ayah tercinta.

Trenggono, ayah Krisdayanti dan Yuni Shara meninggal lantaran covid-19.

Trenggono, ayah Yuni Shara dan Krisdayanti meninggal dunia di usia 79 tahun pukul 15.00 WITA.

Trenggono meninggal dunia pasca sepuluh hari dirawat lantaran terinfeksi covid-19.

Meninggalnya Trenggono ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi Yuni Shara dan Krisdayanti.

Apalagi kedua kakak beradik ini tak bisa menemani detik-detik terakhir sang ayah lantaran berbeda tempat.

Diketahui Trenggono tinggal di Bali sementara Yuni Shara dan Krisdayanti di Jakarta.

Namun rupanya, Krisdayanti dan Yuni Shara tak henti membimbing Trenggono di detik-detik terakhir.

Bahkan diketahui Trenggono meninggal dunia saat sedang melakukan video call dengan Krisdayanti.


Kronologi meninggalnya Trenggono pun diungkap Lena, sahabat Yuni Shara di kanal YouTube Seleb Oncam News.

Rupanya Trenggono dirawat oleh anak-anaknya di rumah.

Sejak terinfeksi covid-19, kondisi Trenggono terus menurun hingga akhirnya meninggal di hadapan keluarga.

"Papa memang sakit 10 hari terakhir ini, terkena Covid," kata Lena.

"Kemudian papa dirawat oleh anak-anak di rumah di Bali, dan meninggal di Bali juga."

Menurut Lena, Yuni Shara dan adik-adiknya sempat mengantar kepergian sang ayah melalui sambungan video.

Saat Trenggono kritis, Yuni Shara dan saudara lainnya menunggui sang ayah sampai akhirnya mengembuskan napas terakhir.

"Alhamdullilah dari jam dua sampai jam tiga, Yuni Shara video call dengan adik-adiknya di sana menuntun perjalanan kepergian papa," tutur Lena.

"Mbak Yuni Shara menuntun Papa secara Islam, alhamdullilah dengan mudah dan tenang Papa dalam perjalanan dipanggil Allah SWT."

"Mohon doa dari semuanya, dimaafkan mungkin Papa ada salah yang disengaja maupun tidak disengaja," tandasnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar