Skip to main content

Banyak yang Tak Tahu Ayah Lesty Kejora Pernah 6 Tahun Jadi ART di Rumah Keluarga Tamara Bleszynski


Kesuksesan Lesty Kejora meniti karier sebagai penyanyi dangdut berhasil mengubah nasib keluarganya.

Lesty Kejora memang bukan berasal dari keluarga berada.

Ayah Lesty Kejora bahkan harus banting tulang demi menghidupi keluarganya demi mendukung cita-cita putrinya.

Tak banyak yang tahu bila ternyata ayah pedangdut muda itu sampai pernah menjadi asisten rumah tangga (ART) di rumah keluarga artis Tamara Bleszynski.


Nama Lesty Kejora mulai dikenal ketika dia berhasil menaklukan panggung D’Academy Indosiar.

Lesty Kejora dinobatkan menjadi juara 1 di konser kemenangan setelah mengalahkan pesaingnya Nur Aty dari Selayar.

Setelah dinobatkan menjadi pemenang, Lesty Kejora menerima hadiah berupa uang tunai senilai Rp 100 juta dan satu unit mobil.

Lalu, pada tahun 2015 silam, Lesty Kejora mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia di ajang D’Academy Asia.

Setelah lolos dari beberapa babak, Lesti keluar sebagai runner-up setelah berusaha mengalahkan pesaingnya Danang Pradana Dieva yang juga berasal dari Indonesia.

Dari ajang D’Academy Asia, Lesty Kejora berhasil merebut hadiah uang tunai sebesar Rp 100 juta.

Selain itu, Lesty juga berhak akan sebuah single berjudul Zapin Melayu yang diciptakan langsung oleh Pak Ngah, salah satu juri dan komposer ternama dari negara Malaysia.


Nama baik dan pundi-pundi Rupiah yang diperoleh Lesty Kejora itu tentu saja bisa mengangkat derajat keluarganya di kampung halaman.

Popularitas yang melejit membuat honor Lesty ikut meroket hingga nilainya fantastis!

Kekasih Rizky Billar itu mengaku pernah mendapat honor hingga Rp100 juta sekali manggung.

"Dede pernah, alhamdulilah, alhamulilah, alhamdulilah, alhamdulilah tahun baru. Eh pokoknya paling tinggi waktu itu sampe 100 something lah bunda," kata Lesty dalam live Instagram bersama Inul Daratista pada Minggu (3/5/2020) silam.

"Paling alhamdulilah, pernah merasakan dikasih honor segitu," sambungnya.

Jauh sebelum mengikuti ajang pencarian bakat dangdut itu, Lesty harus rela banting tulang bernyanyi dari pangung ke panggung.

Bahkan, Lesty harus memulai bernyanyi dari panggung kecil sejak kelas 2 SD.

Baru ketika Lesti duduk di bangku kelas 2 SMP, nasib baik berpihak kepadanya, seketika dia memenangkan gelar sebagai juara 1 di panggung D’Academy.

Perjuangan Lesty sejak dari bawah, tentu tak lepas dari peran orangtuanya, terutama sang ayah, Endang Mulyana.

Bukan pengusaha kaya raya, Endang Mulyana pernah mengungkapkan profesi aslinya dulu untuk sejak membujang, sampai sudah berkeluarga.

Sebagaimana dilansir Bangkapos.com dari Grid.id: berjudul Anaknya Kini Menjelma Menjadi Pedangdut Muda dengan Bayaran Fantastis, Ayah Lesti Kejora Ternyata Pernah Banting Tulang 6 Tahun Jadi ART di Rumah Keluarga Tamara Bleszynski

Dalam sebuah tayangan, ayah Lesty Kejora, Endang Mulyana pernah mengungkapkan kalau dia pernah menjadi seorang kuli bangunan untuk bertahan hidup.

Bekerja dan hidup pas-pasan di masa lalu pernah dirasakannya, sebelum sang anak kesayangan menjelma menjadi seorang artis, penyanyi dangdut populer di Indonesia.

Sementara itu, dalam sebuah channel YouTube milik kakak laki-laki Lesty Kejora, Beni Mulyana Sopian, Endang Mulyana mengaku sempat menjadi seorang pembantu rumah tangga di rumah keluarga artis.

Kala itu, medio tahun 1980-an, Endang Mulyana mengaku pernah bekerja di sebuah rumah di kawasan jalan Riau, Bandung.

Ayah Lesty Kejora tenyata bekerja menjadi seorang pembantu rumah tangga, tukang kebun lebih tepatnya, di rumah keluarga Tamara Bleszynski.

“Awal tahun 1982 berangkat ke Bandung, sampe 6 tahun, sempat ketemu sama orangtuanya artis, yang punya hotel di Puncak itu,” kata Endang Mulyana, seperti dikutip oleh Grid.ID, Selasa (16/2/2021).

Awalnya, Endang Mulyana sempat lupa, siapa nama artis yang ia maksud, maklum, masa itu sudah terjadi sangat lama.

“Oh, Tamara Bleszynsky!” ceplos Endang Mulyana akhirnya mengingat momen itu.

“Waktu itu Tamara Bleszynsky itu masih belum jadi artis,” kata Endang Mulyana.

“Saya kerja di (rumah) omnya, di jalan Riau 211, waktu itu saya jadi PBRT, pembantu rumah tangga, jadi tukang kebun.”

Endang Mulyana mengingat momen di mana ia bekerja di rumah keluarga Tamara Bleszynski selama 6 tahun lamanya.


“Kalo pagi-pagi, kalo sudah selesai kerjaan, saya suka diajak main badminton sama Tamara Bleszynski, waktu itu masih kecil, ada saudaranya juga,” katanya.

Setelah akhirnya tak bekerja lagi di sana, Endang Mulyana kembali mengadu nasib menjadi seorang pesuruh di sebuah rumah warga negara asing di Bandung.

Sampai akhirnya dia hijrah ke Jawa Timur dan kembali ke Bandung untuk bekerja di sebuah pabrik.

Kini, kehidupan keluarga Lesty Kejora sudah sangat berkecukupan.

Sang ayah yang dulu pontang-panting demi menghidupi keluarga pun, kini bisa menikmati buah keberhasilan anak perempuannya.

Rupanya, perjuangan ayahanda Lesty dulu ketika menemani sang anak melakukan audisi, masih diingat jelas oleh Inul Daratista.

Waktu itu menurut Inul, Lesty masih gadis kecil yang kemana-mana masih ditemani sang ayah.

“Ku kenal gadis kecil bersama bapaknya menerjang angin di jalan menempuh audisi di detik-detik terakhir waktu usai.”

“Waktu itu saat audisi masih polos, lucu bedaknya belepotan, gemes.”

“Dan sosok cantik itu Lesty namanya, sekarang tumbuh jadi gadis cantik berkerudung hijab, pinter dan suaranya masih berjaya di dunia dangdut generasi muda milenial," tulis Inul dalam akun media sosialnya
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar