Skip to main content

Ngeluh Dibeda-bedakan, Ibu Kandung Betrand Peto Langsung Terdiam Saat Dengar Penjelasan Ruben Onsu, Suami Sarwendah: Anak Kita Ini Punya Trauma dengan Kisah Mama dan Papanya


 Betrand Peto menjelma menjadi artis cilik bersinar setelah diangkat anak oleh pasangan artis Ruben Onsu dan Sarwendah.

Betrand Peto produktif mengeluarkan lagu.

Lagunya pun diketahui kerap memuncaki trending YouTube beberapa negara.

Saat kariernya sedang naik-bamelansir TribunJakarta.com, ibu kandung Betrand Peto di NTT yang bernama Vivi mendadak jadi sorotan,

Vivi merasa dirinya telah dibedakan oleh keluarga Ruben Onsu.

Meluruskan persoalan tersebut, Ruben Onsu selaku ayah angkat Betrand Peto atau yang akrab disapa Onyo mengundang Vivi untuk membahas hal itu.

Secara empat mata, Ruben Onsu mengajak ibu kandung Betrand Peto berdiskusi dan mengobrol dari hati ke hati.

"Apa yang sebenarnya membuat mama (Vivi) dibedakan oleh kami?" tanya Ruben Onsu dikutip TribunJakarta dari YouTube The Onsu Family, Minggu (18/4/2021).

Vivi pun menjelaskan persoalan yang muncul selama ini mungkin karena adanya kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi.

Hal itu membuat Vivi merasa berada di pihak yang kurang diperhatikan.

"Mungkin ada satu dan lain hal yang membuat kita kurang berkomunikasi dengan baik, makanya saya merasa berada di pihak yang tidak pernah diperhatikan. Tapi saya merasa senang saya sudah diajak ke sini untuk membicarakan ini dengan bapak," ujar Vivi.

Menanggapi hal tersebut, Ruben Onsu lantas mengungkapkan bahwa selama ini ia tidak pernah membeda-bedakan keluarga Bentrand Peto baik ayah kandung maupun ibu kandungnya.

Meski diketahui orangtua kandung Betrand Peto telah berpisah, Ruben mengaku tidak pernah membeda-bedakan.

Namun suami Sarwendah itu menjelaskan, memang ada beberapa hal yang membuat Betrand Peto trauma terhadap orangtuanya.

"Saya jawab ya ma, sebenarnya tidak ada yang membedakan. Tapi ada beberapa hal yang sebenarnya membuat anak kita ini (Betrand Peto) punya rasa trauma dengan kisah mama dan papanya," ungkap Ruben Onsu.

Ruben Onsu menjelaskan, hal itu mungkin merupakan bentuk respon seorang anak atas apa yang ia rasakan dari hubungan orangtuanya.

"Mungkin ini adalah emosi dari orangtua, tapi impact ke anak yang menerimanya itu berbeda-beda," kata Ruben.

Ruben pun membandingkan Betrand Peto dengan saudara kandungnya, Chentryn, yang ia anggap bisa lebih dewasa menerima masalah orangtuanya.

"Mungkin Chetryn bisa lebih dewasa menerima masalah di antara mama papanya," ungkap Ruben.

Iya lebih dewasa," aku Vivi.

Tapi berbeda dengan Onyo, Ruben Onsu mengatakan Betrand Peto memiliki jiwa yang lebih sensitif daripada saudara kandungnya tersebut.

"Tapi kalau Onyo ini jiwanya sensitif," kata Ruben.

Ruben mengungkapkan bahwa ia telah berkonsultasi ke psikolog untuk mengetahui karakter dan cara mendidik Betrand Peto dengan tepat.

Hasilnya ia mendapati bahwa Onyo tidak bisa menerima didikan dengan cara dibentak.

Bahkan diceritakan Ruben, Onyo pernah memberitahu nama-nama yang pernah membentak dia.

"Salah satu contoh anak ini tidak bisa dibentak dengan keras, dia ceritakan semua nama-nama orang yang pernah membentak dia," terang Ruben.

Lebih lanjut, Ruben Onsu menjelaskan ia sama sekali tak berniat menjauhkan Betrand Peto dari orangtuanya.

Namun, Ruben mengatakan Betrand Peto memiliki trauma mendalam terhadap orangtuanya.

"Anak saya ini anak kandung kalian yang saya urusin sebenarnya, bukan niat saya menjauhkan. Tapi traumanya Betrand itu berbahaya. Kenapa? Dia bisa jadi tipe pembenci, pemarah, atau apa," ujar Ruben.

"Tapi tugas saya dan istri saya menjadikan anak saya tidak boleh dia benci dengan siapa pun. Dia harus sayang dengan mamanya (ibu kandung). Tapi ketika saya ngomong begitu, dia benci sekali," sambungnya.

"Saya pernah bilang sama dia, 'kalau kamu tidak pernah nurut apa kata ayah, kamu pulang' saya tidak mau punya anak yang durhaka dengan orangtuanya," tambahnya.

Mendengar itu Vivi hanya terdiam dan mengangguk-anggukan kepala, tampaknya ia telah memahami kondisi sebenarnya terkait Betrand Peto.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar