Skip to main content

Bak Musuh Bebuyutan, Maia Estianty Tolak Mentah-mentah Keinginan Ahmad Dhani Satu Ini hingga Buat Sang Mantan Dongkol: Menurutku Kurang Ajar Banget


Maia Estianty dan Ahmad Dhani resmi bercerai pada tahun 2008 silam.

Meski kini sudah berbahagia dengan pasangan masing-masing, ternyata Maia Estianty sempat tolak mentah-mentah keinginan Ahmad Dhani satu ini di masa lalu.

Nampaknya Ahmad Dhani dan Maia Estianty memang sempat beberapa kali berselisih paham karena perbedaan pendapat.

Beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani secara tegas menyebut jika dirinya tak setuju jika sang putra dibawa ke psikolog oleh Maia Estianty.

Dilansir dari laman GridStar.ID, hal ini diungkapkan Dhani di youtube Channel Daniel Mananta Network pada Rabu (17/06/2020)

"Karena dia tinggal sama ibunya, dia (Dul) ikut ke psikiater, kalau aku enggak pernah setuju," ungkap Ahmad Dhani

"Aku bilang, Dul namamu tu Abdul Qodir Jaelani, harusnya psikiater ketemu kamu tu malu," tambah Ahmad Dhani.

Dhani mengungkapkan bahwa dirinya bisa mendidik sang putra dan yakin bahwa Dul bisa mengatasi masalah tersebut tanpa harus ke psikiater.

Hal tersebut ternyata bukan kali pertama Ahmad Dhani dan Maia Estianty berselisih bak musuh bebuyutan.

Usut punya usut, Ahmad Dhani dulu ternyata pernah mengajak sang mantan istri kembali tinggal di satu kawasan yang sama setelah berpisah demi anak-anaknya.

Hal itu terungkap dari sebuah wawancara lawasnya pada tahun 2015 lalu seperti dikutip dari laman  Grid.ID.

Dalam wawancara berjudul A Deep Conversation with Ahmad Dhani dari channel Youtube MNC Play, ayah Al Ghazali itu buka suara.

Usai cerai, Dhani mengaku pernah mengajak Maia membeli sebuah tanah di kawasan Cisarua, Bogor.

Tanah itu rencananya akan dijadikan rumah sehingga Maia dan Dhani serta Mulan bisa berdamai dan menghabiskan akhir minggu di sana.

Dhani mengatakan bahwa itu adalah salah satu caranya mendamaikan keduanya serta menjadi sosok yang baik bagi mantan istrinya, Maia.

"Aku tu nggak paham sama Maia. Seringlah, tapi Maia selalu melakukan hal-hal yang tidak masuk akal yang akhirnya membuat hal-hal itu tidak terjadi. Waktu sempet tidak ada masalah ya, aku sempet bilang sama Maia, yuk kita beli tanah di Cisarua. Entah 1000 meter atau 5000 meter," kata Dhani.

Dhani menyebut, ia ingin punya rumah yang berdempetan dengan rumah Maia di Bogor.

"Aku tu kepengen, aku punya rumah di Cisarua, Maia juga punya di Cisarua, berdempetan," lanjutnya.

Tujuannya adalah agar setiap akhir minggu, anak-anak mereka bisa tinggal bersama orang tuanya di kawasan yang sama meski sudah tak bisa lagi menjadi suami istri.

"(Ini terjadi) setelah cerai. Waktu itu, sebelum terjadi kejadian permusuhan yang menjengkelkan itu. Yuk kita bikin rumah berdempetan di Cisarua. Kalau weekend, kita tinggal di situ," lanjut Dhani lagi.

Mendengar tawaran Dhani, Maia bukannya senang. Ia justru menolak karena menurut Maia, lebih baik membeli rumah di Kebayoran Baru yang terletak di Jakarta.

"Tau nggak jawaban Maia? Ngapain beli rumah cuma di Cisarua? Beli rumah ya di Kebayoran Baru dong," kata Dhani menirukan sang mantan istri.

Mendengar keinginan Maia akan rumah yang lebih mahal di kawasan Jakarta, Ahmad Dhani mengaku merasa terhina.

Ia tak mengharapkan jawaban itu dari sang mantan istri.

"Aku gagal memahami itu. Buat aku sih, kita 'kan tidak berharap jawaban seperti itu. Menurut aku sih, (itu) menghina lah. Menurutku, kata-kata (itu) yang kurang ajar banget! Dan itu nggak bisa terjadi hanya gara-gara kecongkakan dia!" kata Dhani.

Ayah 3 anak itu mengaku memilih Cisarua karena udaranya bagus dan bisa membeli tanah dengan luas yang lebih besar daripada di Jakarta.

"Kenapa aku milih Cisarua, karena udaranya bagus. Di Cisarua, kita beli 1 hektar bro!" ujarnya lagi.

Penyanyi yang terkenal sejak berkiprah dalam band Dewa 19 itu mengungkapkan seandainya mimpinya itu tercapai, maka segalanya akan indah.

Ia sempat membayangkan Maia bisa dikunjungi anak-anaknya setiap akhir pekan.

Namun jawaban akhir Maia benar-benar membuat Dhani gagal memahami mantan pujaan hatinya tersebut.

"Seandainya itu terjadi 'kan indah, pasti anak-anak Sabtu - Minggu udah nggak sabar minggu ke Cisarua. Tapi ya itu lah, saya gagal memahami," tutupnya.


(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar