Skip to main content

Tak Mau Nikah Muda, Hasan Anak Syekh Ali Jaber Ungkap Alasan Bijak, Percakapannya Mengharukan

 Kepergian Syekh Ali Jaber masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Indonesia.

Sebelum kepergiannya, Syekh Ali Jaber sempat berbincang dengan anaknya, Hasan soal jodoh dan masa depan.

Meski ditawari menikah muda oleh sang ayah, Hasan rupanya tak ingin buru-buru menikah muda dengan alasan bijak.


Sifat bijaksana Hasan tersebut banyak mendapat komentar positf dari warganet.

Percakapan Syekh Ali Jaber dan putranya, Hasan tersebut diketahui melalui video di media sosial sang ulama @syekh.alijaber (16/12/2020).

Dalam kesempatan tersebut Syekh Ali Jaber dan HAsan sedang berbincang di dalam mobil setelah lama tak bertemu.

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber banyak menghabiskan waktunya di Jakarta, sementara keluarganya berada di Lombok.

Awalnya, suami Ummi Nadia ini menyebut Hasan kini tambah tinggi dan mulai mengalahkannya.

"Ya ampun kangen banget, ini kok Hasan jadi tinggi banget.

Kayanya lebih tinggi dari abinya," ucap Syekh Ali Jaber.

Dalam momen itu, sang Ulama pun sempat bertanya apakah sang anak ingin segera menikah.

Mengingat kini usia Hasan sudah menginjak 20 tahun.

"Sekarang Hasan sudah 20 tahun. Mau nikah sekarang atau nanti aja? goda Syekh Ali Jaber.

Tak disangka, rupanya Hasan justru enggan nikah muda.

Putra pertama Syekh Ali Jaber dan Ummi Nadia ini ternyata memilih untuk fokus kuliah ketimbang menikah muda.

Menolak Kuliah di Luar Negeri, Alasannya Mulia

Menanggapi keinginan sang anak untuk kuliah, Syekh Ali Jaber lantas menawari Hasan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

"Mau kuliah di mana? di Arab atau di Indonesia aja?

Atau ke Australi, Singapura atau kemana? pokoknya di luar negeri biar ada pengalaman baru" tanya Syekh Ali Jaber lagi.

Alih-alih tergoda untuk menikmati indahnya luar negeri sembari kuliah, Hasan justru menunjukkan sikap sederhananya.

Ya, putra Ulama asal Madinah ini rupanya lebih memilih kuliah di Indonesia.

Bukan tak mampu, rupanya Hasan juga merintis usaha bersama sang ibunda.

Untuk itulah, sebagai anak sulung Hasan memilih untuk merintis usaha, hidup mandiri dan tetap dekat dengan keluarga.

"Enggak, di Indonesia saja abi," jawab Hasan sembari tersenyum mendengar semua tawaran manis sang ayah.

Sayangnya, kini belum sempat melihat Hasan menyelesaikan kuliah hingga menikah, Syekh Ali Jaber justru sudah kembali ke Rahmatullah.

Diakui Hasan, dirinya terakhir bertemu dengan sang ayah sebelum Syekh Ali Jaber dilarikan ke rumah sakit akibat positif Covid-19.

Sosok Hasan

Syekh Ali Jaber juga sempat mengunggah kebersamaan bersama anak sulungnya itu pada 16 Desember 2020 lalu.

Dalam video unggahan tersebut, Syekh Ali Jaber memperkenalkan adiknya dan anaknya.

"Alhamdulillah kesempatan live lagi, tadi bersama adik saya Ahmad, sekarang bersama anak saya nih, Maa syaa Allah, ayo kalo mau daftar, lagi cari jodoh ini," ungkap Syekh Ali Jaber.

Saat diperkenalkan oleh ayahnya, Hasan pun melambaikan tangan ke arah kamera dan tersenyum malu.

"Sehat san?," tanya Syekh Ali Jaber pada anaknya.

"Sehat, Alhamdulillah," ujar Hasan.

Seketika itu Syekh Ali Jaber memperkenalkan lebih lanjut mengenai sosok anaknya sekaligus memberikan pujian.

"Ini Hasan, dia lebih pintar daripada saya Bahasa Sasak, kalo saya baru bisa telu, nenara," ucap Syekh Ali Jaber.

"Alhamdulillah, gimana semua di sana di Lombok sehat?," tanya Syekh Ali Jaber.

"Sehat, Alhamdulillah," sahut Hasan.

"Alhamdulillah, ya Allah kangen banget, ini kok Hasan jadi lebih tinggi, kayaknya lebih tinggi dari Abu ya, iya semakin tinggi, sekarang Hasan sudah usia 20, mau nikah sekarang atau nanti aja?," tanya Syekh Ali Jaber pada anaknya lagi.

"Nanti dulu," ujar Hasan sambil tertawa.

"Belum siap ya?," tanya Syekh Ali lagi.

"Belum, belum," jawab Hasan singkat.

"InsyaAllah kita aturkan, biar kuliah dulu dong," ujar Syekh Ali.

Selain menguasai beberapa bahasa, Alhasan juga punya usaha meski usianya masih muda.

"Hasan sama uminya buka usaha kecil-kecilan susu kurma, susu apa namanya?," tanya Syekh Ali Jaber.

"Queenaya," jawab Hasan.

"Queenaya ya, bisa diikuti di Instagram, ada di Instagram saya, tinggal diikutin, yang mau pesan jus kurma yangs egar, ada berbagai rasa, bisa diikuti di Instagram saya dan bisa dipesan tapi khusus untuk Lombok," jelas Syekh Ali Jaber.

"Ya mudah-mudahan InsyaAllah berkah, sukses selaluuntuk Hasan juga teman-teman Alhasan di Lombok, ada Husein, ada Umar, ada Muhammad, terus Jaber, Fahrezi, pokoknya temennya banyak," ungkapnya.

"Kemaren saya liat anak saya main billiard, jago ya, kalah atau menang?," tanya Syekh Ali.

"Menang," jawab Hasan singkat.

"Mantap, seperti bapaknya menang selalu, Aamiin, ya mohon doanya untuk anak saya dan juga semua keluarga, terimakasih," tutup Syekh Ali jaber.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar