Skip to main content

Pengakuan Anggun Cewek di Muba yang Dinikahi Suami Bersama Perempuan Lain, Rela tapi tak Mau Seatap


Seorang pria di Kabupaten Muba bernama Suan menikahi dua perempuan sekaligus.

Satu dari dua perempuan yang menikah tersebut diketaui bernama Anggun.

Dikisahkan cewek yang masih berusia 18 tahun ini, rasa cintalah yang membuat dirinya rela dinikahi oleh Suan bersama seorang perempuan lainnya.

Pasca menggelar acar resepsi pernikahan dengan sang kekasih, perasaan bahagia dan penuh syukur selalu dialami setiap penganti baru.

Begitu pun yang dialami Anggun.

Wanita yang baru berusia 18 tahun ini mengaku mungkin semua ini sudah jalan takdirnya menikah bersama madunya dalam acara resepsi yang sama.

"Saya sudah tiga bulan pacaran dengan Suan dan kenalnya lewat Whatsapp. Pertemuan pertama kami saat Suan datang ke rumah ngajak jalan," ujarnya.

Di mata Anggun, Suan merupakan sosok pria baik dan perhatian.

Bahkan, Anggun mengakui jika dia sudah tahu Suan punya pacar yaitu Vopi. Namun keinginan menikah dengan lelaki yang dicintainya itu juga sangat besar.


"Awalnya saat mengabari orangtua kami mau menikah, orangtua saya terkejut dan sempat dilarang. Tapi saya tetap mau menikah," ujarnya.

Ia mengaku selama ini belum pernah bertemu dengan Vopi. Baru mengetahui saat akan menikah.

Namun karena besarnya rasa cinta anggun terhadap kekasihnya, Suan, pernikahan pun tak dapat diurungkan lagi dan ia rela berbagi suami dengan Vopi.

Saat ini ia harus membagi jadwal bersama madunya, dan sesuai kesepakatan setiap dua hari bergantian.

"Sekarang tinggal terpisah dengannya (Vopi). Dan memang tidak ada niat mau tinggal seatap," ungkapnya.

Viral di media sosial, seorang pria menikahi dua wanita sekaligus.

Video resepsi pernikahan ketiga orang tersebut diposting oleh salah satu media sosial.

Diduga, kejadian ini terjadi di daerah Desa Talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Muba pada Minggu (26/12/2020).

Pengantin pria diketahui bernama Suwan yang menikahi dua wanita bernama Anggun dan Nopi.

Video berdurasi 30 detik dan 7 detik tersebut diunggah oleh salah satu konten kreator admin Instagram lokal di Sekayu sekitar pukul 14.00 WIB.

Belum diketahui pasti kebenaran dari video tersebut.

Namun, dari beberapa komentar warga Muba salah satunya @fhebrianthy yang hadir dalam acara tersebut membenarkan jika pernikahan tersebut terjadi di lapangan bola Desa Talang Piase.

Tampak dalam unggahan tersebut pengantin pria mengenakan baju khas Sumsel bewarna merah maroon dengan tanjak keemasan.

Senada dengan sang pria, kedua wanita yang bersanding di sampingnya pun mengenakan baju yang sama.

Suasana ceria tampak terlihat saat sang pengantin wanita bernyanyi diiringi lagu orgen tunggal.

Bahkan dengan antusias ketiganya menyalami para tamu yang memberikan ucapan selamat.

Hingga saat ini sripoku.com masih mencari informasi lebih lanjut mengenai pernikahan viral tersebut.

Sekitar tiga tahun silam, seorang pria menikahi dua perempuan sekaligus pernah terjadi di Muba.

Ibarat pepatah cinta sejati akan bertemu pada waktunya, hal tersebut saat ini tengah dirasakan oleh Ardiansyah (25) warga Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Pasalnya lelaki tangguh ini berhasil menemukan cinta senjatinya yakni Ria (25) dan Pegi (21) yang kini menjadi istri sahnya.


Pemuda berperawakan tegap ini sehari-seharinya berkerja sebagai petani karet, dan juga menjadi tulang punggung keluarga karena menanggung 5 orang saudaranya.

Walaupun dalam keadaan tidak berkecukupan, Ardiansyah selalu tetap bersemangat dalam melakoni kehidupan sehari-harinya.

Bagaimana kisah cinta Ardiansyah bermula?.

Hal ini diceritakan langsung dari mulutnya, Ya tepat pada 6 tahun lalu, kisah cinta Ardiansyah dimulai dengan bertemu Ria, keduanya bertemu ketika saling dijodoh-jodohkan teman dari sana mereka berdua merajut cinta.

Setelah empat tahun berselang hubungan cinta keduanya berlangsung lancar tanpa ada kendala, sampai suatu ketika Ardiansyah menghadiri sebuah pesta di desanya.

Perlu diketahui Ardiansyah juga merupakan lelaki idamban di desanya, karena ia memiliki suara yang cukup merdu dalam bernyanyi di pesta.


Pada saat di pesta itulah Ardiansyah dikagumi oleh seorang perempuan yakni Pegi, bak gayung bersambut keduanya berkenalan sehingga terjalinya hubungan pacaran.

Namun, hubungan antara Ardianysah dan Pegi tidak diketahui oleh Ria.

Hingga suatu hari Ria mengajak Ardiansyah untuk melanjutkan hubungan pada jenjang yang lebih serius yakni pernikahan.

Hal itu juga diiyakan oleh Ardiansyah, dengan mengatur tanggal dan waktu pernikahan. Namun, rencana pernikahan tersebut diketahui oleh Pegi dengan mengatakan bahwa ia sayang dan ingin dinikahi juga.

Perkataan tersebut membuat Ardiansyah gundah gulana dengan dilema yang terjadi, akan tetapi pada akhirnya ia memutuskan untuk menikahi gadis dari Desa Karang Ringin dan Desa Karang Anyar.


Berbekal keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi, Ardiansyah langsung menemui orang tua Ria, M Iskandar dan Hasna, orang tua Pegi Karang Mulyadi dan Frida.

Langkah berani dan bertanggung jawab yang akan diberikan olehnya disambut baik oleh orang tua Ria dan Pegi, sehingga keduanya melangsungkan pernikahan pertama pada 23 April 2017, dengan menikahi Pegi, lalu pada 14 Mei 2017 menikahi Ria.

"Semua ini karena cinta mas, walaupun dalam keadaan kekurangan tetapi saya yakin bisa berlaku adil pada keduanya. Harus bisa adil walaupun sehari penghasilan hanya Rp 10 ribu, dibagi dua uangnya," kata Ardiansyah dengan sedikit malu.

Ia menegaskan dengan beristri dua ini tidak ada niat ataupun cita-cita sama sekali, hal ini dilakukan semata-mata hanya cinta.

"Kami bertiga berharap hubungan rumah tangga ini awet sampai maut memisahkan," harapnya.

Sementara, Ria dan Pegi menuturkan sedikit malu-malu mengenai pernikahannya. Pada intinya keduanya mencintai Ardiansyah dan tidak ingin dipisahkan dari suaminya.

"Kami cinta mas, masalah kebutuhan lahir dan batin yang diperlukan oleh Ardiansyah kami akan saling melengkapi," ujar mereka berdua malu-malu.

Ketika sedikit disentil jika ada niatan Ardiansyah untuk menikah lagi keduanya spontan menolak. "Cukup dua saja mas, jangan nambah-nambah lagi," tutup mereka.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar